Interview Kerja

25 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Tepat Menjawabnya

Pada saat interview kerja, kamu akan bertemu dengan HRD untuk mengikuti proses wawancara. Biasanya, rekruter akan mengajukan sejumlah pertanyaan dengan tujuan mencari tahu potensi yang kamu miliki, mengenali karakter dan kepribadianmu, bahkan mencari kecocokan data pada Curriculum Vitae (CV) dengan jawaban kamu saat wawancara kerja. Nah, apa saja pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada saat interview kerja? Pelajari yuk, 25 pertanyaan interview yang sudah Atma kumpulkan beserta cara menjawabnya.

Pertanyaan Interview Kerja yang Paling Sering Ditanyakan

Pertanyaan interview

Umumnya, HRD perusahaan atau rekruter memiliki pertanyaan yang hampir sama, yaitu terkait isi Curriculum Vitae (CV), pengetahuan seputar perusahaan, dan posisi yang dilamar. Berikut 25 pertanyaan interview kerja yang sering ditanyakan dan cara menjawabnya.

1. Tolong Ceritakan tentang Diri Kamu

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menceritakan personality yang menunjang pekerjaan kamu secara profesional. Misalnya, menceritakan pengalaman kerja dan kemampuan pada posisi yang dilamar. Hanya saja, tidak semua pengalaman kerja yang kamu miliki perlu kamu ceritakan, tetapi fokuskan cerita pada pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. 

2. Bagaimana Kamu Mengetahui Lowongan Ini?

Pertanyaan interview kerja ini bertujuan untuk mengetahui cara kamu mencari informasi, melihat ketertarikanmu terhadap perusahaan, dan cara kamu membangun networking. Karena tak jarang beberapa pelamar kerja mengetahui adanya lowongan dari teman atau kenalan yang bekerja di perusahaan. Cara terbaik menjawab pertanyaan ini adalah bersikap jujur. Jika kamu mendapatkan informasi dari teman, jangan ragu untuk memberitahukan namanya.

3. Apa Alasan Kamu Melamar Posisi Ini?

HRD ingin mengetahui kesungguhan atau minatmu dalam bekerja. Oleh sebab itu, fokuslah memberikan jawaban yang bisa menyakinkan pewawancara bahwa kamu orang yang tepat dan serius melamar. Berikan 3 hingga 4 alasan positif terkait posisi yang kamu lamar dan sebutkan skill kamu yang cocok dengan posisi tersebut.

4. Apa Kelebihan dan Kekuranganmu?

Daftar pertanyaan saat interview

Supaya bisa menjawab secara tepat, kamu perlu mencari tahu skill  yang kamu miliki, yang juga mendukung kamu bekerja di posisi yang kamu lamar. Kemudian, cocokkan juga dengan kelebihan yang ada pada dirimu. Sementara mengenai kekurangan yang ada pada dirimu, berikan jawaban yang diplomatis bahwa semua manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Lalu, ceritakan sekilas saja mengenai kekurangan kamu dan bagaimana kamu mengatasi kekurangan tersebut. Dengan cara ini, HRD bisa mengetahui bahwa kamu menyadari potensi yang ada dalam dirimu.

5. Apa yang Kamu Ketahui tentang Perusahaan Ini?

Melalui pertanyaan ini, HRD ingin tahu keseriusan kamu untuk bergabung dengan perusahaan. Jadi, pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perusahaan, mulai dari visi dan misi, orang-orang yang berperan dalam pendirian perusahaan, budaya kerja, kegiatan di perusahaan, produk atau jasa, layanan, profil lengkap perusahaan, atau jika perlu bahas saja salah satu testimoni positif  yang memberikan kesan mendalam di hatimu. 

6. Apa yang Kamu Ketahui tentang Posisi Ini?

Pertanyaan ini bertujuan mengetahui tingkat kompetensi kamu pada posisi yang dilamar. Nah, supaya kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik, tentu kamu perlu memahami tugas, tanggung jawab, dan job description lengkap dari posisi yang kamu lamar.

7. Kenapa Kami Harus Menerima Kamu?

Hindari jawaban personal, seperti kamu sangat membutuhkan pekerjaan ini karena desakan ekonomi dan lainnya. Berikan jawaban yang bisa menjelaskan professional skills atau personal qualities kamu. Bahkan jika memungkinkan, berikan ide yang ingin kamu bawa ke perusahaan, yang mungkin bisa menjadi kontribusi kamu untuk kemajuan perusahaan. Jawaban seperti ini bisa membuat kamu memiliki potensi dan terlihat lebih unggul dibanding kandidat lain.

8. Apakah Kamu Siap Jika Harus Ditugaskan ke Luar Kota?

Beberapa posisi di perusahaan besar, BUMN, atau pemerintahan, umumnya mengharuskan kamu melakukan perjalanan dinas ke luar kota bahkan menetap selama beberapa waktu. Supaya bisa menjawab pertanyaan ini, cari informasi sebanyak mungkin tentang lokasi kantor cabang perusahaan. Jadi, kamu bisa mengetahui kemungkinan di lokasi mana kamu akan ditempatkan. Jika masih ragu terkait tugas ke luar kota ini, alangkah baiknya kamu bertanya dulu dan setelahnya baru berikan jawaban logis, kenapa kamu bersedia atau tidak bersedia. 

9. Apa Rencana Kamu untuk Lima Tahun ke Depan?

Perusahaan membutuhkan pekerja yang visioner dan punya rencana jangka panjang, sekaligus mencari tahu keseriusan kamu berkarir di perusahaan. Tujuannya, perusahaan akan menghindari mempekerjakan kandidat yang sering berpindah-pindah perusahaan untuk mengurangi potensi terjadinya turnover. Maka sebelum menjawab pertanyaan ini, pertimbangkan dengan baik pencapaian karir seperti apa yang kamu inginkan. Lalu, uraikan goals kamu untuk 5 tahun ke depan yang berkaitan dengan pekerjaan, misalnya meniti karir dari yang awalnya hanya sebagai staf, akan menjadi seorang manager dalam waktu 5 tahun ke depan. 

10. Apa Motivasi Kamu Mau Bekerja di Perusahaan Ini?

Cara terbaik menjawab pertanyaan interview kerja yang berhubungan dengan motivasi bekerja adalah menunjukkan ketertarikan kamu terhadap perusahaan. Jelaskan juga kemampuan dan latar pendidikan kamu yang memang sesuai dengan posisi yang dilamar. Tidak ada salahnya untuk menambahkan cerita terkait career goals kamu.

11. Apa yang Bisa Kamu Berikan pada Perusahaan Ini?

Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan pencapaian yang kamu miliki dari pengalaman kerja sebelumnya (jika ada) atau rencana karir jangka panjang yang ingin kamu wujudkan bersama perusahaan. Kemudian, hubungkan rencana tersebut dengan posisi yang kamu lamar, skill yang kamu miliki, dan apa yang akan kamu lakukan untuk memberikan kontribusi yang berdampak bagi perkembangan perusahaan. 

Misalnya, bisa mencapai target penjualan 50 persen lebih tinggi dari target yang biasanya ditetapkan perusahaan, melakukan reshuffle karyawan berdasarkan potensi dan bakat masing-masing (jika kamu melamar sebagai HR), atau implementasi ide tertentu yang memberi dampak pada peningkatan penjualan produk, dan sebagainya.

12. Lingkungan Kerja seperti Apa yang Kamu Sukai?

Pastikan kamu memberikan jawaban yang sesuai dengan budaya kerja atau culture perusahaan. Untuk itu, kamu perlu melakukan riset yang mendalam dan lengkap, misalnya dengan membaca semua informasi yang berhubungan dengan budaya kerja perusahaan di website resmi, mencari informasi dari teman atau kenalan yang kebetulan bekerja di perusahaan, atau pernah bekerja di perusahaan tempat Anda melamar kerja. Jangan lupa, jawaban apa pun yang akan kamu berikan, hubungkan juga dengan potensi dan minat yang kamu miliki, ya.

13. Berapa Gaji yang Kamu Inginkan?

Hindari menjawab sesuai kebijakan perusahaan supaya kamu tidak mendapatkan gaji terendah. Jika kamu fresh graduate, maka gaji yang seharusnya kamu terima berdasarkan UMR atau UMP yang berlaku. Jangan lupa, sesuaikan juga dengan skill dan kebutuhan hidup. Untuk memastikan jumlah take home pay, tidak ada ada salahnya kamu mencari tahu terlebih dahulu benefit lain di luar gaji yang bisa kamu dapatkan dari perusahaan.

Umumnya, benefit yang diberikan perusahaan di luar gaji, antara lain tunjangan kesehatan, tunjangan melahirkan, uang makan dan transportasi, tunjangan pendidikan dan peningkatan skill, dan masih banyak lagi. Oh ya, tidak ada salahnya kamu membuka peluang negosiasi, siapa tahu setelah bernegosiasi, kamu berpeluang diterima bekerja dengan nominal gaji yang tidak jauh berbeda dari yang kamu harapkan.

14. Apa Alasan Kamu Resign dari Pekerjaan Sebelumnya?

Kunci terbaik dalam menjawab pertanyaan interview ini adalah memberikan jawaban secara profesional. Artinya kamu tidak boleh menjelek-jelekan atasan atau tempat kerja sebelumnya. Sebab, jawaban kamu akan mempengaruhi penilaian rekruter mengenai reputasi kamu. Rekruter pasti akan berpikir, jika kamu mudah saja menjelek-jelekkan perusahaan sebelumnya, tak menutup kemungkinan kamu akan melakukan hal yang sama ketika pindah ke perusahaan lain. 

Jadi, jawaban seperti apa yang cocok untuk menjawab pertanyaan mengenai alasan kamu resign dari perusahaan sebelumnya? Berikut beberapa topik yang mungkin jadi inspirasi buat kamu:

  • Fokus pada harapan kamu bisa berkarir di perusahaan tempat kamu melamar kerja.
  • Kamu membutuhkan tantangan baru untuk menjadi lebih baik di bidang yang kamu kuasai.
  • Kamu membutuhkan kepastian jenjang karir mengingat kamu punya rencana karir yang ingin kamu wujudkan.
  • Selama ini, kamu bekerja di bidang yang bukan passion kamu. Sekarang waktunya kamu bekerja sesuai passion dan kebetulan posisi yang tersedia ada di perusahaan tempat kamu melamar kerja.

15. Apa Pencapaian Terbesar dalam Karir Kamu Selama Ini?

Apabila kamu seorang fresh graduate, ceritakan pencapaian kamu selama masa perkuliahan, baik prestasi akademik maupun non akademik. Nah, untuk yang memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menceritakan pencapaian yang kamu raih beserta study case-nya. Saat bercerita, usahakan straight to the point ya, jangan bertele-tele. 

Lalu, kalau kamu punya piagam penghargaan, piala, maupun pernah mendapatkan reward, tidak ada salahnya kamu memberitahu rekruter. Ini bisa jadi nilai tambah dan membuat kamu jadi lebih unggul dibandingkan kandidat lain.

16. Apa Tantangan yang Pernah Kamu Hadapi dan Bagaimana Cara Kamu Menyelesaikannya?

Jawaban pertanyaan ini bisa kamu sesuaikan dengan peristiwa yang pernah kamu alami, terutama yang masih relevan dengan posisi atau pekerjaan yang kamu lamar. Jangan lupa, beritahu pula skill dan tindakan apa yang kamu lakukan untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Dengan cara ini, rekruter akan melihat kamu sebagai individu yang berani menghadapi tantangan, mau mengakui kesalahan, dan menyelesaikannya.

17. Seperti Apa Gaya Kerja Kamu?

Setiap orang punya gaya kerja yang berbeda. Jadi saat rekruter menanyakan gaya kerja kamu, maka kamu bisa menjawabnya jujur dan sebagaimana diri kamu apa adanya. 

Contoh:

“Saya orang yang bisa bekerja dalam berbagai situasi, dan tahan banting untuk berjuang menyelesaikan tantangan dan tekanan yang terjadi dalam proses kerja. Tetapi biasanya, saya akan membuat rencana kerja lengkap, mulai dari timeline, apa yang saya kerjakan, bagaimana saya bekerja, prioritas penting apa yang membutuhkan lebih banyak perhatian, dan sebagainya. Dengan adanya perencanaan, saya akan lebih siap dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, termasuk mencari solusi untuk mengatasi masalah dan tantangan yang perlu saya selesaikan. Saya bisa bekerja secara mandiri maupun berkolaborasi dengan orang lain demi tercapai tujuan bersama, yaitu memberi dampak positif bagi pencapaian target dan kemajuan perusahaan.”

18. Bagaimana Cara Kamu Menghadapi Tekanan dan Situasi yang Tidak Nyaman?

QnA saat interview

Pertanyaan tentang ‘cara kamu menghadapi tekanan’ diajukan karena HRD ingin tahu, apakah kamu punya kemampuan dalam mengelola stres dan tekanan akibat pekerjaan dan lingkungan kerja? Hal ini karena perusahaan akan lebih memilih kandidat dengan kemampuan adaptasi tinggi dan daya tahan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi. 

Jangan sampai, kan, baru selesai onboarding karyawan, ternyata kandidat yang terpilih mudah menyerah, baperan, tidak memiliki manajemen stres yang baik, bahkan mudah putus asa, dan akhirnya mengundurkan diri. Jelas perusahaan akan mengalami rugi, mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan proses rekrutmen. 

Nah, bagaimana cara menjawab pertanyaan ini? Kamu bisa menjawab berdasarkan pengalaman tentang suatu peristiwa dengan tingkat stres tinggi. Kemudian, jelaskan juga bagaimana cara menghadapi kondisi tersebut, termasuk caramu mengelola stres. Tekankan bahwa kamu memiliki kemampuan mumpuni untuk bekerja dalam berbagai situasi dan tidak mudah menyerah.

19. Bagaimana Cara Kamu Memprioritaskan Pekerjaan?

HRD akan mencari tahu cara kamu membagi tugas atau bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Untuk itu, kamu bisa berbagi pengalaman terkait cara membagi waktu melalui penggunaan metode menyusun skala prioritas.

20. Apa Pekerjaan Impianmu?

Untuk memperbesar peluang diterima, jawab pertanyaan wawancara ini dengan menghubungkan impianmu dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Misalnya, kamu melamar sebagai editor naskah karena kamu memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis.

21. Bagaimana Rencana untuk Menggapai Tujuan Karir Kamu?

Supaya bisa membuat rekruter terkesan dengan kesungguhanmu, kamu berbagi rencana jangka pendek dan jangka panjang yang sudah kamu susun, target karir, bahkan ide-ide inovatif yang akan kamu bawa ke perusahaan untuk mewujudkan tujuan karirmu. Contoh, dalam waktu dekat kamu ingin menjadi staf HRD supaya bisa membantu pengelolaan sumber daya manusia sebaik mungkin di perusahaan ini.

22. Apa Hal yang Perlu Kami Tahu Tapi Tidak Ada di Dalam CV?

Jawablah pertanyaan ini dengan menonjolkan salah satu skill atau kemampuan kamu, kemudian hubungkan dengan beberapa pencapaian terbaik, seperti yang sudah kamu tulis dalam CV.

23. Apakah Kamu juga Sedang Melamar di Perusahaan Lain?

Jawab dengan jujur jika kamu melamar di banyak perusahaan. Hanya saja tak perlu menyebutkannya secara detail atau jangan menyebut nama perusahaan yang dilamar. Beberapa tips untuk menjawab pertanyaan, ‘Apakah kamu sedang melamar di perusahaan lain?’ di antaranya:

  • Akui jika memang kamu mengirimkan lamaran ke perusahaan lain, namun tidak perlu memberikan informasi detail mengenai nama perusahaannya. Selain itu, kataknya juga bahwa perusahaan yang saat ini kamu sedang ikut interview merupakan perusahaan favorit yang sudah lama kamu incar untuk bisa bergabung.
  • Kamu bisa mengatakan bahwa kamu melamar kerja di bidang yang berbeda dengan posisi yang kamu lamar sekarang. Namun keduanya masih relevan dan sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikanmu.
  • Jawaban lain, kamu bisa menyatakan bahwa dalam hidup perlu ada rencana cadangan. Jika satu rencana utama tak berjalan sesuai harapan, kamu masih punya opsi lain untuk berjaga-jaga. Nah, lamaran kerja yang kamu kirimkan ke perusahaan lain hanyalah opsi, kalau ternyata kamu tidak diterima di perusahaan impianmu.

24. Kapan Kamu Bisa Mulai Bekerja?

Berikan jawaban sesuai kondisimu. Seorang fresh graduate yang belum bekerja tentu bisa bergabung secepatnya. Sementara kamu yang dalam proses resign atau pindah tempat kerja, sudah tentu membutuhkan waktu untuk berpindah minimal 30 hari atau 1 bulan. Jawab saja kamu bisa bergabung 30 hari setelah surat pengunduran diri disetujui perusahaan sebelumnya.

25. Apakah Ada Pertanyaan untuk Kami?

Pertanyaan ini ditujukan untuk melihat antusiasme kamu terhadap perusahaan. Dari sisi pelamar kerja, ini juga menjadi kesempatan bagi kamu untuk menggali lebih banyak mengenai perusahaan, cara kerja, budaya perusahaan, jenjang karier, bahkan benefit lain yang mungkin disediakan perusahaan bagi karyawan berprestasi. 

Boleh juga kamu meminta saran, apa yang harus dilakukan fresh graduate seperti kamu untuk bisa sukses berkarir di posisi yang kamu lamar. Selain itu, tanyakan pula kapan hasil interview diumumkan.

Nah, itulah beberapa contoh pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh rekruter kepada calon pekerja. Banyak. ya? Tapi tidak masalah, karena kamu akan semakin siap dengan variasi pertanyaan yang kemungkinan ditanyakan saat interview kerja.

Tetapi kalau kamu seorang fresh graduate, biasanya jumlah pertanyaan yang ditanyakan akan lebih sedikit. Simak contoh pertanyaan interview untuk fresh graduate berikut: 11 Pertanyaan Interview Kerja Fresh Graduate dan Contohnya