Tes Rekrutmen Kerja

Tes Logika Penalaran Psikotes dan Jenis-Jenisnya

Tes logika penalaran

Apa itu tes logika  penalaran? Tes logika penalaran adalah jenis tes psikotes kerja yang berguna untuk mengukur kecerdasan seseorang dan kemampuannya berpikir secara logis (masuk akal). Tes logika penalaran bertujuan untuk mengetahui, apakah kandidat memiliki kemampuan berpikir sesuai nalar atau tidak? Jika skor pada tes ini tinggi, artinya kamu memiliki daya nalar yang tinggi serta mampu melakukan analisis yang baik. 

Bentuk tes logika penalaran ini ada beberapa macam, di antaranya tes logika umum, tes logika cerita, tes silogisme (analisis suatu pernyataan dan kesimpulan), dan tes logika diagram. Nah, supaya hasil tes psikotes logika penalaran kamu bagus, kenali dulu apa itu tes logika penalaran psikotes pada rekrutmen kerja, contoh soal untuk asah penalaran, dan cara menjawab psikotes penalaran. Yuk, simak selengkapnya pada artikel ini.

Soal Tes Logika Umum

Semua siswa pandai berbahasa Inggris. Siswa yang pandai berbahasa Inggris pandai pula berpidato. Sebagian siswa yang pandai berpidato tidak suka Matematika.

A. Sebagian siswa tidak suka Matematika dan tidak pandai berbahasa Inggris.
B. Sebagian siswa suka Matematika tetapi tidak suka berbahasa Inggris.
C. Sebagian siswa suka Matematika tetapi tidak pandai berbahasa Inggris.
D. Sebagian siswa suka Matematika dan pandai berbahasa Inggris.

Jawaban: D. Sebagian siswa suka Matematika dan pandai berbahasa Inggris.

Pembahasan: 

Sebagian siswa yang pandai berpidato tidak suka Matematika. Artinya, sebagian lainnya menyukai matematika. Lalu sudah jelas ada pernyataan semua siswa pandai berbahasa Inggris.

Soal Tes Logika Diagram

Soal Tes Logika Diagram

Berdasarkan diagram di atas, pernyataan yang tidak benar adalah….

A Semua D, E, F, C, dan B adalah A.
B. Sebagian D adalah juga B.
C. Semua C adalah B.
D. Semua B adalah D.
E. Semua E adalah D. 

Jawaban: D 

Pembahasan:

Perhatikan bahwa di dalam diagram terlihat semua B, C, D, E, dan F adalah A. Semua C, D. dan E adalah B dan semua E adalah F. Sebagian F adalah B dan sebagian B adalah F. Maka pernyataan yang tidak benar adalah ”semua F adalah B”. Jadi, jawabannya adalah ”semua F adalah B”.

Soal Tes Logika Cerita

Ada 8 kotak peti. Masing-masing diberi nomor 1 sampai 7. Buah jambu, melon, semangka, jeruk, mangga, dan durian akan dimasukkan ke dalam peti-peti dengan aturan sebagai berikut:

  • Durian harus dimasukkan ke peti nomor 4.
  • Semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon.
  • Jeruk harus diletakkan disamping mangga 

Jika melon diletakkan di peti nomor 2, mana yang tidak boleh dilakukan?

A. Semangka diletakkan di nomor 3.
B. Jeruk diletakkan di peti nomor 5.
C. Mangga diletakkan di peti nomor 7.
D. Semangka diletakkan di peti nomor 5.
E. Jambu diletakkan di peti nomor 1 

Jawaban: A – semangka diletakkan di nomor 3.

Soal Tes Silogisme

Analisis pernyataan dan kesimpulan pada soal dan beri jawaban berikut:

A. Bila benar.
b. Bila salah pada pernyataan pertama.
c. Bila salah pada pernyataan kedua.
d. Bila pernyataan pertama dan kedua salah.
e. Bila salah pada kesimpulan.

Soal:

Semua mamalia bernafas dengan paru-paru. Ikan salmon adalah mamalia. Jadi, ikan salmon bernafas dengan paru-paru

Jawaban: C. Ikan salmon bukan mamalia (Pernyataan kedua salah)

Cara Menjawab Psikotes Penalaran

Untuk bisa menjawab psikotes penalaran, kamu harus memahami tipe soalnya terlebih dahulu, supaya kamu bisa memberikan jawaban yang tepat. Ada beberapa tipe soal dalam psikotes penalaran, yaitu:

  • Tes logika umum: kamu harus memilih satu pernyataan yang paling logis dan paling tepat berdasarkan petunjuk yang diberikan pada soal. Hindari pilihan jawaban yang tidak masuk dalam pernyataan yang diberikan.
  • Tes logika diagram: interpretasikan dulu diagram pada soal, kemudian pilih jawaban yang paling sesuai dengan diagram soal. 
  • Tes logika cerita: kamu perlu cermat dan teliti saat membaca soal. Karena jawaban yang paling tepat harus sesuai dengan cerita di dalam soal.
  • Tes silogisme, kamu akan diberikan soal berupa beberapa pernyataan. Nah, kamu harus menarik kesimpulan dari pernyataan yang ada. 

Cukup mudah dimengerti, bukan? Tes penalaran hanya perlu dilatih secara rutin agar kita bisa melihat polanya. Selanjutnya, pelajari juga cara mengerjakan tes psikotes Wartegg yang sering muncul saat proses rekrutmen, di artikel berikut ini: Tes Psikotes Wartegg: Begini Cara Mengerjakan Agar Lolos