Curriculum Vitae

3 Contoh CV Bahasa Indonesia yang Menarik Perhatian HR

Apakah kamu sedang mencari kerja dan sudah mengirimkan lamaran pekerjaan ke banyak perusahaan? Bagaimana hasilnya? Jika telah mengirimkan banyak CV, tetapi belum kunjung mendapatkan panggilan kerja. Bisa jadi CV yang kamu buat belum memikat perhatian rekruter. Nah, cari tahu yuk contoh CV bahasa Indonesia yang menarik, tips membuatnya, dan kesalahan umum yang harus kamu hindari.

Tips Membuat CV Bahasa Indonesia

Membuat berbagai dokumen untuk melamar kerja memang membutuhkan ketelitian dan latihan. Supaya Curriculum Vitae (CV) yang kamu buat berikutnya menjadi lebih baik dan bisa menarik perhatian rekruter, ikuti tips membuat CV dalam bahasa Indonesia berikut ini:

1.   Gunakan Font yang Mudah Dibaca

Memang ada banyak jenis font yang bisa digunakan dengan bentuknya yang beragam. Tetapi, tidak semua font bisa kamu gunakan untuk membuat CV. Sebab, kamu butuh jenis dan ukuran font yang memiliki tingkat keterbacaan tinggi.

Bahkan tulisan harus tetap bisa dibaca dengan jelas meski hanya dilihat sekilas. Nah, beberapa jenis font yang umum digunakan untuk membuat CV, di antaranya Times New Roman, Arial, atau Calibri.

2.   Cantumkan Data Diri yang Dibutuhkan

Data diri yang lengkap dan detail sudah tentu harus ada di dalam CV, yaitu nama lengkap, alamat, email, dan nomor telepon. Khusus untuk nomor telepon dan email, pastikan kamu mencantumkan yang aktif dan memang bisa dihubungi.

3.   Cantumkan Skill yang Relevan

CV meski boleh dibuat panjang hingga berlembar-lembar, tetapi kamu harus selektif menentukan informasi apa saja yang perlu dimuat di dalam CV. Jangan sampai CV kamu terlalu penuh dengan informasi yang tidak penting, hingga membuat rekruter malas membacanya.

Untuk itu, kamu perlu memilih skill atau keahlian apa saja yang perlu kamu cantumkan dalam CV, dan apakah keahlian tersebut memang relevan dengan job requirement pada posisi yang kamu apply. Usahakan jangan hanya memasukkan hard skill, tetapi kamu juga perlu memasukkan soft skill untuk menunjukkan kualitas kamu benar-benar qualified.

4.   Cantumkan Pengalaman Organisasi, Magang, dan Kerja yang Mendukung

Pengalaman berorganisasi, magang, maupun pengalaman kerja bisa jadi nilai tambah kualitas diri kamu di mata rekruter. Tetapi sekali lagi, kamu perlu memilih hanya pengalaman yang berhubungan dengan posisi dan job desc pekerjaan yang dilamar saja yang dicantumkan dalam CV. Hal ini perlu dilakukan supaya CV tidak terlalu panjang, sehingga HRD mau melihat dan membaca CV kamu.

5.   Perhatikan Ejaan dan Tanda Baca

Melelahkan lho membaca informasi yang banyak typo dan tanda bacanya berantakan. Apalagi tim HRD perusahaan harus membaca begitu banyak surat lamaran kerja yang masuk. Agar CV kamu tidak diabaikan, biasakan untuk membaca ulang CV yang telah kamu buat untuk meminimalisir kesalahan tanda baca dan typo, sehingga CV kamu terlihat rapi.

Kesalahan Umum dalam Membuat CV

Kembali pada kasus, kamu sudah mengirim CV begitu banyak, tetapi tidak satu pun dari CV itu mendatangkan panggilan kerja. Bisa jadi kamu mengalami ini karena CV kamu kurang menarik, CV tidak meninggalkan kesan yang baik, atau jangan-jangan banyak kesalahan umum yang kamu lakukan dalam membuat CV.

Oleh karena itu, cari tahu yuk kesalahan apa saja yang biasanya dilakukan kebanyakan orang dalam membuat CV, supaya kamu bisa menghindarinya.

1.   CV Berantakan

Mungkin maksud hati ingin membuat desain CV yang unik dan estetik, kamu pun membuat CV dalam format yang berbeda. Sayangnya, CV kamu malah berkesan berlebihan, terlalu berantakan, bahkan sulit dibaca.

Jadi, bagaimana? Sebaiknya, gunakan format CV yang rapi dan sistematis. Jika kamu menggunakan template CV yang sudah ada, pilih template yang tidak terlalu ramai dan tetap mudah dibaca.

2.   Terlalu Bertele-tele

Semakin pendek CV semakin baik, mengingat rekruter hanya punya waktu sedikit untuk melakukan screening awal pada CV yang masuk. Bahkan hanya sedikit sekali rekruter yang mau membaca CV  yang terlalu bertele-tele, to much information, dan panjangnya lebih dari dua halaman. Itu sebabnya, buat CV kamu ringkas, padat, jelas, dan tidak bertele-tele ya.

3.   Mencantumkan Informasi yang Tidak Relevan dengan Posisi yang Dilamar

Mungkin kamu sudah tahu bahwa satu CV bisa digunakan untuk melamar beberapa pekerjaan sekaligus. Ini memang benar. Tetapi, setiap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tentu punya persyaratan tertentu yang harus kamu penuhi, sehingga kamu harus cek lagi, informasi di dalam CV kamu masih relevan tidak dengan posisi  yang mau kamu lamar. Hati-hati lho, kadang, rekruter juga bisa tahu kalau kamu mengirimkan CV yang sama ke beberapa perusahaan dalam waktu berbarengan.

4.   Mencantumkan Informasi yang Tidak Sesuai dengan Kebenaran

Pernah mendengar nasihat tentang “Kejujuran mahal harganya!” Kalau kamu pernah mendengarnya, pasti kamu paham bahwa semua hal yang dimulai dengan jujur, biasanya akan membawa kemudahan dalam prosesnya.

Sayangnya, masih banyak pencari kerja yang memasukkan informasi bohong dan melebih-lebihkan hanya agar terlihat hebat dan bisa diterima bekerja. Kelak kalau kebohongan itu terungkap, tentu akan mendatangkan masalah yang lebih besar. Kamu jangan sampai melakukan kesalahan ini, ya.

Contoh CV Bahasa Indonesia

  • Contoh CV Bahasa Indonesia untuk yang Baru Lulus Kuliah

Contoh CV fresh graduate

  • Contoh CV Bahasa Indonesia untuk Teknisi

Contoh CV teknisi

  • Contoh CV Bahasa Indonesia untuk Admin Sosial Media

Contoh CV admin sosial media

 

Nah itulah beberapa contoh CV menggunakan Bahasa Indonesia yang bisa menarik perhatian HR perusahaan.

Setelah mengenal beberapa contoh CV untuk melamar kerja. Ada satu format CV yang berbeda dengan contoh-contoh yang sudah diperlihatkan sebelumnya. Format yang dimaksud adalah CV ATS atau Applicant Tracking System. Apa itu CV ATS dan kapan harus menggunakannya? Simak jawaban lengkapnya di artikel berikut ini: Kenali CV ATS Friendly yang Disukai HRD dan Tips Membuatnya