Interview Kerja

Cara Tepat Menjawab, “Berapa Gaji yang Diharapkan?”

Pertanyaan besaran gaji interview kerja

Ada banyak pertanyaan interview kerja yang harus kamu jawab dengan tepat agar peluang kamu diterima bekerja jadi semakin besar. Nah salah satu pertanyaan yang cukup sensitif dan perlu dijawab dengan hati-hati adalah pertanyaan tentang gaji. Kalau kamu mendapat pertanyaan tentang ekspektasi besaran gaji yang kamu harapkan saat interview kerja, ada beberapa cara tepat untuk menjawabnya. Yuk, cari tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan gaji yang diharapkan?

Apa yang Ingin Diketahui Interviewer?

Kandidat tersenyum bersama interviewer

Ketika interviewer mengajukan pertanyaan terkait besaran gaji yang kamu harapkan, maka ada beberapa hal yang ingin diketahui, seperti:

  • Mencari tahu bagaimana kamu menghargai keterampilan dan keahlian yang kamu miliki.
  • Untuk mengetahui cara kamu memandang pekerjaan dan posisi yang kamu lamar.
  • Menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam memberikan bayaran yang sesuai dengan harapan calon karyawan.
  • Bertujuan untuk menguji mental dan konsistensi kamu dalam memberikan jawaban

Alasan Kenapa Pertanyaan Mengenai Gaji Bisa Menjebak

Memang terlihat gampang memberi jawaban terkait gaji yang diinginkan saat interview kerja. Tinggal sebutkan saja nominal yang diinginkan. Tapi konsepnya ya nggak begini juga, karena bisa jadi pertanyaan ini adalah pertanyaan jebakan dari rekruter. Kalau salah menjawab bisa membuat kamu tersingkir. Jadi, apa sih alasan pernyataan mengenai gaji bisa jadi jebakan berbahaya dan bisa membuat kamu kehilangan kesempatan mendapatkan pekerjaan? Berikut alasannya:

  • Jika kamu menyebutkan nominal yang terlalu rendah, apalagi tanpa menanyakan benefit lain di luar gaji yang bisa diberikan perusahaan kepada karyawan, bisa jadi kamu dianggap tidak menghargai kualitas diri yang kamu miliki. Selain itu, kamu bisa jadi dianggap sebagai orang yang tidak memiliki kepercayaan diri. 
  • Jawaban nominal gaji yang terlalu rendah berpotensi membuka peluang bagi perusahaan untuk memberikan bayaran yang lebih rendah dari nominal yang seharusnya layak kamu dapatkan.
  • Jika menyebutkan harga yang terlalu tinggi, apa lagi jauh di atas harga pasaran untuk profesi yang sama, maka kemungkinan kamu tidak diterima jadi semakin besar. Sebab, kamu mungkin dianggap terlalu percaya diri atas skill dan kemampuan yang kamu miliki. 
  • Alasan lain, perusahaan tidak mungkin membayar karyawan dengan harga yang kurang masuk akal atau di luar dari budget yang sebelumnya sudah ditentukan untuk rekrutmen posisi tersebut.

Menjawab Pertanyaan tentang Ekspektasi Gaji

Interview online dengan HRD

Jadi, bagaimana sebaiknya menjawab pertanyaan mengenai ekspektasi gaji yang diharapkan? Ikuti tips menjawab pertanyaan tentang gaji dalam interview kerja, berikut ini:

1. Cari Tahu Soal Harga Pasar dan Tren Gaji

Lakukan riset dan cari tahu harga pasar dan tren gaji untuk posisi dan jenis pekerjaan yang kamu lamar. Sesuaikan juga harga tersebut dengan tanggung jawab dan kota tempat kamu bekerja ya. Selain itu, kamu bisa melakukan riset mengenai gaji di berbagai website lowongan kerja, atau bertanya pada memberi di komunitas Atma. Cara lain, pelajari salary guide yang biasanya dirilis lembaga, seperti Michael Page dan PersolKelly.

Kenapa kamu harus melakukan riset dan tahu standar gaji di pasaran? Agar kamu bisa melakukan penawaran dengan nominal yang sesuai ekspektasi kamu, juga berdasarkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelayakan gaji yang kamu terima. Oh ya, jangan lupa ketika riset, lihat juga standart Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku dan biaya hidup minimal yang harus kamu penuhi. Jangan sampai, kan, kamu bekerja setengah mati, tapi gaji yang kamu dapatkan malah tidak cukup untuk membiayai hidupmu sendiri.

2. Berikan Rentang Gaji

Saat memberikan jawaban mengenai gaji, hindari menjawab dengan nominal yang pasti. Lebih baik, berikan rentang gaji yang kamu harapkan. Dengan cara ini, kamu memberitahu rekruter gaji yang kamu harapkan, sekaligus memberikan peluang kepada perusahaan untuk mempertimbangkan, berapa nominal gaji yang layak kamu terima dalam rentang nominal yang kamu ajukan. Tapi ingat, penentuan rentang gaji ini jangan sampai angka minimal dan maksimalnya terlalu jauh, ya.

3. Beri Tahu Kalau Kamu Fleksibel

Mengingat nominal gaji ini merupakan bahasan yang sensitif, maka lakukan negosiasi sesopan mungkin. Kamu juga boleh memberitahu rekruter kalau kamu sebenarnya fleksibel dalam hal nominal gaji, asalkan tidak terlalu jauh dari batas UMR, masih memungkinkan kamu hidup layak, dan ada benefit lain yang bisa kamu terima. Nah, untuk kalimat terakhir, bisa kamu gunakan sebagai pemancing untuk mencari tahu, apakah perusahaan memang memberikan benefit tambahan di luar gaji yang akan kamu terima. 

4. Pertimbangkan Berdasarkan Gaji Saat Ini

Saat kamu memutuskan berpindah kerja, pastinya tujuan kamu adalah peningkatan karir dan peningkatan penghasilan, kan? Jadi, tidak ada salahnya kamu memberikan jawaban berdasarkan pertimbangan nominal gaji yang kamu terima dari pekerjaan kamu saat ini. Hanya saja, kamu perlu mengatur kata-kata dengan baik, agar penyampaiannya tidak membandingkan antara perusahaan lama dengan perusahaan baru. 

Jangan lupa, saat kamu memberi informasi mengenai nominal gaji yang kamu terima saat ini (setelah ditambahkan dengan uang transport, uang makan, THR, dan bonus bulanan jika ada), hubungkan juga dengan prestasi, keahlian, dan kinerja kamu. Cara ini akan membuat interviewer mempunya gambaran secara jelas, kenapa kamu layak mendapatkan bayaran tersebut. 

5. Berikan Angka yang Membuatmu Nyaman

Riset yang sudah kamu lakukan sebelumnya terkait nominal gaji sesuai harga pasar bisa memberi kamu gambaran yang jelas, berapa gaji yang seharusnya kamu terima. Tetapi alangkah baiknya, kalau kamu juga sudah melakukan perhitungan matang terkait kebutuhan harian yang harus kamu penuhi, beban kerja yang akan kamu tanggung, dan keahlian yang jadi nilai tambah. Setelahnya, kamu akan menemukan angka yang membuat kamu nyaman. Umumnya, kamu bisa menaikkan gaji kamu saat ini dengan nominal gaji yang kamu harapkan sebesar 15 – 20 persen. 

6. Berikan Alasan Kenapa Kamu Layak Digaji Sekian

Untuk bisa memberikan alasan, kenapa kamu layak mendapatkan nominal gaji yang kamu harapkan, kamu harus sudah melakukan riset secara mendalam terkait tugas dan kewajiban yang akan kamu tanggung pada posisi yang kamu lamar. 

Agar rekruter semakin yakin kalau kamu layak menerima besaran gaji yang kamu sebutkan, lengkapi pernyataan kamu dengan data pendukung, misalnya dalam bentuk portofolio hasil kerja, studi kasus, atau prestasi yang pernah kamu raih. Siapa tahu dengan adanya data pendukung, perusahaan melalui rekruter malah memberi kamu gaji yang lebih tinggi dari yang kamu sebutkan.

7. Bersiap untuk Bernegosiasi

Setelah memberikan angka gaji yang kamu harapkan, beserta data pendukung yang memperkuat keahlian dan pengalamanmu, bukan perusahaan akan serta merta mengabulkan permintaanmu. Tetap siapkan diri untuk kemungkinkan bernegosiasi, berpikiran terbuka untuk berdiskusi, dan tetap sopan. Perilaku ini bisa menjadi nilai tambah yang membuat kamu malah mendapatkan kesempatan diterima bekerja.

Menjawab ekspektasi gaji dengan tepat bisa membuatmu mendapatkan bayaran yang sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Pertanyaan ini biasanya jadi salah satu pertanyaan yang akan mengakhiri sesi interview dengan HRD.

Sekarang, yuk bersiap menghadapi interview user di tahap selanjutnya. Kenali apa itu interview user di artikel berikut: Mengenal Interview User dan Tips Menjawab Pertanyaannya