Tes Rekrutmen Kerja

Mengenal Tes Potensi Akademik (TPA) dan Contohnya

Tes Potensi Akademik

Tes Potensi Akademik (TPA) merupakan salah satu tes kerja yang paling sering diselenggarakan dalam proses rekrutmen kerja. Kamu perlu melalui tes ini terlebih dahulu, sebelum bisa mendapatkan pekerjaan impian. Apa itu Tes Potensi Akademik (TPA)? Yuk, cari tahu secara lengkap fungsi, jenis soal, dan contoh soal TPA dalam artikel ini.

Apa Itu Tes Potensi Akademik (TPA)?

Tes Potensi Akademik (TPA) adalah tes psikologi yang biasanya diselenggarakan dalam proses rekrutmen kerja untuk mencari tahu tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Pada skala internasional, TPA dikenal juga dengan nama Graduate Record Examination (GRE).

Selain untuk proses rekrutmen kerja, TPA juga diselenggarakan ketika pendaftaran CPNS, tes seleksi masuk ke perguruan tinggi tertentu, tes beasiswa, juga tes untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan S2 dan S3.

Fungsi TPA

Tujuan dan fungsi TPA adalah untuk mengetahui cara seseorang berpikir secara logis dan kecerdasan intelektual yang dimilikinya. Semakin tinggi score TPA yang didapatkan, artinya orang tersebut memiliki kemampuan berpikir yang logis, mampu memecahkan masalah secara efektif dan efisien, serta memiliki kemampuan logika untuk menghadapi berbagai situasi yang terjadi. 

Dalam pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) ada 3 aspek yang dinilai, yaitu: 

  • Kemampuan verbal: untuk mengetahui pemahaman dan cara berpikir seseorang dalam penggunaan bahasa.
  • Kemampuan numerikal: mencari tahu ada tidaknya kemampuan berpikir menggunakan angka. 
  • Kemampuan figural: kemampuan memahami dan berpikir menggunakan gambar/pola tertentu.

Sayangnya, banyak peserta tes TPA yang gagal, meski soal-soalnya terlihat sederhana. Penyebab kegagalan dalam tes TPA biasanya karena kurang fokus, tidak teliti dalam membaca soal atau memilih jawaban, kekurangan waktu, atau bingung dan tidak tahu bagaimana cara mengerjakan soal TPA. 

Solusi untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam mengerjakan soal Tes Potensi Akademik, kamu perlu mengenal berbagai jenis soal TPA dan mempelajari contoh soalnya. Yuk, lanjutkan membaca ulasannya di bawah ini.

Jenis Soal TPA

Tes potensi akademik bahasa inggris

Secara umum, ada 4 jenis soal TPA, yaitu, tes verbal (bahasa), tes numerik (angka), tes logika, dan tes spasial (gambar).  

  • Tes verbal (bahasa) berguna untuk mengetahui kecerdasan seseorang dalam berbahasa, serta menggunakan dan memahami kata-kata. Tes verbal meliputi tes lawan kata (antonim), tes persamaan kata (sinonim), tes pengelompokkan kata, dan tes padanan kata. 
  • Tes numerik (angka) untuk mengukur kecerdasan seseorang saat harus bekerja dengan angka, logika matematika, dan pola berpikir yang terstruktur. Tes angka terdiri dari tes angka dalam cerita, tes seri huruf, tes deret angka, tes logika angka, dan tes hitungan atau aritmatika.
  • Tes logika merupakan tes untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah secara logis serta mengetahui tingkat penalarannya. Dalam tes logika kamu harus menyelesaikan beberapa tipe soal, yaitu tes logika cerita, tes logika diagram, tes silogisme (analisis pernyataan dan kesimpulan), dan tes logika umum.
  • Tes gambar (spasial) dilakukan untuk mencari tahu kemampuan logika ruang yang dimiliki seseorang. Di dalam tes spasial, kamu akan mengerjakan 4 jenis soal, yaitu tes padanan gambar, tes bayangan gambar, tes kelompok gambar, dan tes identifikasi gambar.                    .

Contoh Soal TPA

Contoh Soal Tes Verbal

Saat mengerjakan soal TPA untuk tes verbal (bahasa), kamu akan diminta menyelesaikan tes lawan kata (antonim), tes persamaan kata (sinonim), tes pengelompokkan kata, dan tes padanan kata. Berikut contoh soalnya: 

  • Tes Padanan Kata

Untuk mengerjakan tes padanan kata, cari satu kata yang sesuai dengan pasangannya, seperti contoh soal yang tersedia.

Contoh:

Pesawat : Avtur

A. Radio : Listrik
B. Sepeda motor : Bensin
C. Pedati : Kuda
D. Handphone : Baterai
E. Tape mobil : Accu 

Pembahasan:

Bahan bakar pesawat adalah avtur. Bahan bakar sepeda motor adalah bensin. 

Maka jawaban yang benar: B

Bulan : Bumi – Bumi :

A. Tata surya
B. Planet
C. Bintang
D. Matahari
E. Bulan

Pembahasan:

Bulan berputar mengelilingi bumi. Bumi berputar mengelilingi matahari.

Maka jawaban yang benar: D

  • Tes Sinonim

Cara mengerjakan tes sinonim dalam TPA, kamu perlu mencari satu kata yang menjadi persamaan kata dari soal yang tersedia.

Contoh:

Laik

A. Baik
B. Pintar
C. Layak
D. Semakin
E. Buruk

Jawaban: C. Layak

Fantastis

A. Ampuh
B. Sakti
C. Bagus
D. Luar biasa
E. Kesenangan

Jawaban: D. Luar biasa

  • Tes Antonim

Tes antonim atau lawan kata berarti kamu perlu memilih kata yang menjadi lawan dari kata yang ada di soal. 

Contoh:

Landai

A. Datar
B. Curam
C. Sedang
D. Luas
E. Lapang

Jawaban: B. Curam

Konvergen

A. Bercabang
B. Memusat
C. Pusat
D. Arah
E. Cekung 

Jawaban: A. Bercabang

  • Tes Pengelompokkan kata

Agar dapat menyelesaikan tes pengelompokan kata dengan baik, temukan satu kata yang tidak termasuk kategori sejenis dengan kata lain di dalam soal.

Contoh:

Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya?

A. Borobudur
B. Pencak Silat
C. Monas
D. Batik
E. Karate

Pembahasan:

Borobudur, pencak silat, Monas, dan Batik memiliki ciri khas Indonesia, sedangkan karate memiliki asal usul dari China.

Jawaban yang benar: E. karate

Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya?

A. Paus
B. Manusia
C. Kera
D. Lumba-lumba
E. Bandeng 

Pembahasan:

Paus, manusia, kera, dan lumba-lumba bernafas dengan paru-paru, kecuali ikan bandeng bernafas dengan insang. 

Jawaban yang benar: E. Bandeng

Contoh Soal Tes Angka

Melingkari pilihan jawaban tes potensi akademik

Tes numerik atau tes angka, memiliki 5 tipe soal yang harus kamu kerjakan, yaitu tes angka dalam cerita, tes seri huruf, tes deret angka, tes logika angka, dan tes hitungan atau aritmatika. Beberapa contoh soal tes angka yang bisa kamu pelajari:

  • Tes Angka dalam Cerita

Untuk mengerjakan tes angka dalam cerita, kamu akan diminta membaca soal cerita yang tersedia dan memberikan jawaban yang tepat berdasarkan pilihan jawaban yang juga sudah disediakan.

Contoh:

Jika Eko bisa membaca 2 halaman koran tiap x menit. Maka dalam 7 menit Eko mampu membaca berapa halaman?

A. 14/2x
B. 14/x
C. x/14
D. 7/2x
E. 7/x

Pembahasan & Jawaban:

Jadi dalam 7 menit = 7.(2/x) = 14/x halaman. 

Jawaban: B. 14/x

Natsir mendapat nilai 81 untuk IPA . Nilai 89 untuk IPS. Nilai 78 untuk Bahasa Indonesia. Dan nilai 86 untuk Matematika. Apabila Natsir ingin mendapatkan rata-rata nilai sebesar 84. Maka, berapa nilai yang harus diperoleh untuk pelajaran Bahasa Inggris ?

A. 88
B. 85
C. 86
D. 84
E. 90

Pembahasan & Jawaban:

Untuk mendapatkan rata-rata 84.
Berarti (84×5)- (81+89+78+86) = 86 

Jawaban: C. 86

  • Tes Logika Angka

Tes logika angka adalah tes untuk menalar persamaan angka yang tersedia pada kolom jawaban secara logis

Contoh:

Jika x-y = 1 dan Xy  = 64. Mana pernyataan yang benar berikut ini?

A. x = y -1
B. x = y
C. x > y
D. x = 64y
E. y = 1/64x

Pembahasan & Jawaban:

x-y = 1. Dan Xy  = 64.
Maka x =4 dan y=3. 

Jawaban: C. x > y

Nilai m = 4 dan n = -4. Jika p = (-m-n)9 dan q = (-n+n)2. Maka yang benar adalah…

A. p = q
B. p > q
C. p – q = -8
D. q – p = 64
E. q < (p-64) 

Pembahasan & Jawaban:

p = (-4+4)9 = 0.
q = (4+4)2  = 64.
Jadi q – p = 64. 

Jawaban: D. q – p = 64

  • Tes Seri Huruf

Dalam mengerjakan tes seri huruf, kamu perlu mencari dan mengenali pola deretan huruf pada soal terlebih dahulu untuk menemukan jawaban huruf yang tepat.

Contoh:

e h a j m b selanjutnya…

A. p s
B. p t
C. o q
D. o r
E. o s

Pembahasan & Jawaban:

Kenali dulu pola dalam seri huruf ini. Jika deret huruf: abcdefghijklmnopqrstuvwxyz.

– e ke h lompat 2 huruf
– ada sela: a
– h ke j lompat 1 huruf
– j ke m lompat 2 huruf
– ada sela: b
– m ke o lompat 1 huruf
– o ke r lompat 2 huruf

Jawaban: D. o, r

z v r selanjutnya…

A. m
B. o
C. t
D. l
E. n 

Pembahasan & Jawaban:

Kenali dulu pola dalam seri huruf ini. Jika deret huruf: abcdefghijklmnopqrstuvwxyz.

z, v, r = ada 3 huruf yang dilewati mundur antar huruf. 

Maka jawaban yang benar: E. n

  • Tes Deret Angka

Tes deret angka atau seri angka merupakan tes yang berisi deretan angka. Kamu diminta mempelajari pola deret angka tersebut dan menemukan jawaban yang benar.

Contoh:

75 97 60 92 45 selanjutnya…

A. 87
B. 78
C. 102
D. 75
E. 54

Pembahasan & Jawaban:

– Deret 1: 75, 60, 45 = ada selisih -15
– Deret 2: 97, 92, …= ada selisih -5 

Maka, 75 97 60 92 45 selanjutnya…

Jawaban: A. 87

17 21 23 27 selanjutnya…

A. 31
B. 33
C. 32
D. 29
E. 25 

Pembahasan & Jawaban:

Perhatikan selisih antar angka 17, 21, 23, dan 27. Jika diuraikan maka selisih antar angkanya: +4, +2, +4, +2, +4. Lihat hasil di bawah:

17 (+4) 21 (+2) 23 (+4) 27 (+2) 29 (+4) 33

Maka jawabannya: B. 33

  • Tes Aritmatika/Tes Hitungan

Mengerjakan tes hitungan (aritmatika) memerlukan ketelitian karena kamu perlu melakukan perhitungan dengan membagi, menambah, mengalikan, atau mengurangi bilangan yang ada pada soal. Hati-hati dengan jawaban yang menjebak dalam soal, ya.

Contoh:

8,0049 : 0,0015 =

A. 5336,6
B. 533,66
C. 53,366
D. 53366
E. 533,55

Jawaban: A. 5336,6

Berapakah nilai dari 27,5% dari 200?

A. 45
B. 550
C. 55
D. 54
E. 54,5 

Pembahasan & Jawaban:

(27,5/100) x 100 = 55

Jawaban: C. 55

Contoh Soal Tes Gambar

Dalam tes gambar ada beberapa tipe soal yang perlu kamu tahu beserta cara pengerjaannya, yaitu:

  • Tes padanan gambar: kamu perlu mencocokkan gambar antara pertanyaan dengan jawaban yang tersedia dan memilih yang paling sesuai.

Contoh: 

Jawaban: C – gambar diputar 90⁰

  • Tes bayangan gambar: kamu akan diminta menalar bayangan suatu gambar dalam cermin, dan memilih hasilnya pada jawaban yang tersedia. 

Contoh:

Jawaban: A

Jawaban: D – Perhatikan tanda silang pada bulatan, ukuran, segitiga, ukuran atap dan jumlah garis arsir. 

  • Tes kelompok gambar: kamu perlu mengelompokkan gambar yang sesuai kondisi atau satu kategori yang sama dengan kategori yang berbeda pada jawaban.

Contoh: 

Jawaban: E – Ukuran kedua bangun tidak boleh sama

Jawaban: C – Yang lain adalah bayangan cermin. Sementara huruf Y bukan bayangan cermin, perhatikan ekor pada huruf Y.

  • Tes seri gambar: identifikasi gambar yang ada pada soal, kemudian lanjutkan menemukan gambar dengan pola yang sesuai seri sebelumnya,

Contoh:

Jawaban: D – Sudut diputar 90⁰  dan titik hitam bertambah 1.

Jawaban: B – ada penambahan titik sesuai pola, 2, 4, 6, 8

Contoh Soal Tes Logika

Saat mengerjakan tes logika, pahami dulu tipe soalnya, supaya kamu bisa memilih jawaban yang paling tepat. Ada beberapa tipe soal dalam tes logika, yaitu:

  • Tes logika umum: menalarkan suatu pernyataan yang paling logis dan paling tepat. 

Contoh:

Semua mahasiswa Perguruan Tinggi memiliki Nomor Induk Mahasiswa. Andi seorang mahasiswa. Jadi, ___________________________________

a. Andi mungkin memiliki nomor induk mahasiswa.
b. Belum tentu Andi memiliki nomor induk mahasiswa.
c. Andi memiliki nomor induk mahasiswa.
d. Andi tidak memiliki nomor induk mahasiswa.
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Jawaban: C – Semua mahasiswa punya Nomor induk mahasiswa, dan karena Andi adalah seorang mahasiswa, maka Andi pasti punya nomor induk mahasiswa.

Semua pemain sepak bola yang berkebangsaan Italia berwajah tampan. John adalah pemain sepak bola berkebangsaan Inggris.

a. John bukanlah pemain sepakbola yang tampan.
b. John adalah pemain sepakbola yang tampan.
c. Meskipun bukan berkebangsaan Italia, John pasti berwajah tampan.
d. Mustahil John berwajah tampan.
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan 

Jawaban: E – tidak dapat ditarik kesimpulan, karena belum tentu John yang berkebangsaan Inggris berwajah tampan atau tidak berwajah tampan.

  • Tes logika diagram: kamu perlu menginterpretasikan diagram yang sudah disediakan pada soal, lalu pilih jawaban yang tersedia sesuai diagram soal.

Contoh:

Manakah pernyataan yang tidak benar?

a. Sebagian A adalah juga B.
b. Sebagian B juga A.
c. Sebagian E adalah B.
d. Semua D adalah B.
e. Semua E adalah A

Jawaban: C – Sebagian E adalah B

  • Tes logika cerita: membutuhkan kecermatan dalam membaca soal untuk bisa menemukan jawaban yang tepat.

Contoh:

Ada 8 kotak peti. Masing-masing diberi nomor 1 sampai 7. Buah jambu, melon, semangka, jeruk, mangga, dan durian akan dimasukkan ke dalam peti-peti dengan aturan sebagai berikut:

  • Durian harus dimasukkan ke peti nomor 4.
  • Semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon.
  • Jeruk harus diletakkan disamping mangga 

Soal 1: Jika melon diletakkan di peti nomor 2, mana yang tidak boleh dilakukan?

a. Semangka diletakkan di nomor 3.
b. Jeruk diletakkan di peti nomor 5.
c. Mangga diletakkan di peti nomor 7.
d. Semangka diletakkan di peti nomor 5.
e. Jambu diletakkan di peti nomor 1 

Jawaban: A – Semangka diletakkan di nomor 3

Soal 2: Jika semangka diletakkan di peti nomor 5, jambu di peti nomor 6, dan melon di nomor 7, maka ada berapa kemungkinan pengaturan letak buah sesuai dengan aturan di atas ?

a. 3
b. 5
c. 6
d. 4
e. Hanya 2 

Jawaban: D. 4

  • Tes silogisme: kamu perlu menganalisis pernyataan dan kesimpulan yang tersedia pada soal, sudah benar atau belum benar.

Contoh:

Analisis pernyataan dan kesimpulan pada soal dan beri jawaban berikut:

a. Bila benar.
b. Bila salah pada pernyataan pertama.
c. Bila salah pada pernyataan kedua.
d. Bila pernyataan pertama dan kedua salah.
e. Bila salah pada kesimpulan.

  • Semua mammalia bernafas dengan paru-paru. Ikan salmon adalah mammalia. Jadi, ikan salmon bernafas dengan paru-paru

Jawaban: C: Ikan salmon bukan mamalia (Pernyataan kedua salah).

  • Pabrik ”Bangun Jaya” hanya memberikan kenaikan gaji karyawan maksimal 2 kali dalam setahun. Nina adalah staf departemen pemasaran yang sangat berprestasi di Pabrik ”Bangun Jaya”. Jadi, Nina bisa mendapatkan kenaikan gaji lebih dari dua kali dalam setahun. 

Jawaban: E – Kesimpulan salah.

Tips Menjawab Soal TPA

Mengingat soal TPA yang harus kamu jawab jumlahnya cukup banyak, apalagi ada beragam tipe soal, maka kamu perlu teliti dan cermat dalam membaca soal. Berikut beberapa tips menjawab soal TPA yang bisa kamu lakukan:

  1. Perbanyak latihan soal TPA beserta jawabannya beberapa hari sebelum tiba hari tes. Dengan rutin berlatih mengerjakan soal-soal TPA yang beragam, kamu akan lebih mudah memahami soal tes TPA dan menemukan jawaban yang tepat.
  2. Istirahat yang cukup pada malam sebelum tes agar tubuh kamu bugar dan pikiran jernih sehingga bisa fokus dalam mengerjakan soal. Jangan lupa, sarapan dulu sebelum berangkat tes TPA, ya.
  3. Tetap tenang saat mengerjakan tes dan percaya diri saja kalau kamu bisa mengerjakan semua soal. Apalagi kamu sudah berlatih banyak soal-soal TPA sebelumnya. 
  4. Fokus dan berkonsentrasi penuh membaca setiap soal, agar kamu bisa mengerjakannya dengan baik. 
  5. Jika menemukan soal yang sulit dan butuh lebih banyak waktu untuk menemukan jawabannya, beri tanda. Kemudian, lewati dulu saja. Mengingat waktu yang sangat terbatas, kamu sebaiknya mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Nanti jika seluruh soal selesai dikerjakan, baru kembali mengerjakan soal-soal sulit yang sudah ditandai tadi.
  6. Menguasai teknik berhitung cepat akan membantu kamu mengerjakan tes numerik atau angka dengan lebih mudah. 
  7. Prediksi waktu dan hitung berapa banyak waktu yang tersedia untuk menyelesaikan satu soal tes potensi akademi. Ini perlu kamu lakukan saat baru menerima soal. Lihat jumlah waktu yang tersedia, kemudian bagi dengan jumlah soal yang wajib kamu kerjakan. Nanti akan ketemu berapa waktu yang bisa kamu gunakan untuk mengerjakan setiap soal.

Nah itulah yang dimaksud dengan Tes Potensi Akademik (TPA) beserta contohnya, tes tersebut penting untuk mengetahui potensi yang dimiliki calon karyawan.

Apa sih proses rekrutmen yang biasanya dilakukan setelah TPA? Jawabannya adalah tes psikotes, yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui karakter, perilaku, dan kepribadian yang kamu miliki. Ketahui penjelasannya di artikel berikut: Psikotes Kerja: Pengertian, Tujuan, dan Ragam Jenis Tes